(021) 3677 8500

terapiselaras@yahoo.com

3 Tangga Pencapaian Spiritual

Alhamdulillah, akhirnya bisa menuliskan artikel ini sekarang meski agak terlambat. Artikel ini merupakan tulisan tentang sharing Bapak Gede Prama dalam acara untuk mengisi Ramadhan. Sungguh ini kesempatan langka bagi saya terutama karena ini pertama kalinya saya bertemu Bapak Gede Prama  yang saya kenal tulisan-tulisannya terlebih dahulu. Selain itu, Bapak Gede  Prama yang notabene bukan seorang muslim mengisi ceramah/sharing di sebuah acara umat Islam  yaitu di Pengajian Thaha yang terletak di Jalan Senopati, JakSel.

Pemandangan yang menarik sekali, mata saya begitu antusias menatap para  jamaah taraweh, beberapa orang tim dari Bapak Gede Prama dan tentu saja Bapak  Gede Prama sendiri. Malam itu adalah awal Ramadhan,  mengenakan kaos polo dan celana jean Pak Gede dengan pembawaan yang tenang, santai namun terlihat wibawa dan kearifannya menyampaikan sharingnya dengan tema  3 Tangga Pencapaian Spiritual.

“Angka tiga adalah angka spesial,” kata beliau. ” Di Islam ada zikir dengan hitungan 33 kali,” lanjut beliau. Begitulah kata pengantar yang mengesankan betapa mengenalnya beliau dengan Islam atau dengan jamaah  yang hadir. Sontak para jamaah dan undangan yang hadir tersenyum dan tampak serius untuk mendengarkan ulasan Pak Gede.

“Tangga pertama pencapaian spiritual adalah open to the abundance atau bersyukur,” kata Pak Gede. Apa saja yang perlu disyukuri? Beliau menyampaikan ada 3 hal yang patut disyukuri yaitu, diri sendiri, keberhasilan orang lain dan kebahagiaan semua makhluk. Untuk mengasah rasa syukur ini, Pak Gede memberikan 3 tip yaitu, kunjungilah UGD, orang yang secara fisik istimewa (cacat) dan kuburan.

“Tangga kedua  pencapaian spiritual adalah the gift of the present,” lanjut Pak Gede. Ya, nikmatilah hidup sekarang dan disini. Inilah kemampuan yang harus kita miliki.  Untuk mencapai tangga kedua ini beliau memberikan saran agar  kita tidak menunda bahagia dan yang kedua ‘stop comparing, start flowing’. Bahagialah sekarang dan  jangan menundanya dengan menunggu persyaratan yang menyulitkan diri sendiri. Kemudian berhentilah  membanding-bandingkan sesuatu yang melemahkan diri dan mulai  mengalir dalam  kenyataan hidup sekarang.

Pak Gede berkisah tentang  Peter,  cerita  yang beliau dapatkan ketika di Inggris. Konon Peter adalah seorang anak yang  ganteng, pinter , kaya,  intinya ia sangat hidup ideal. Suatu hari Si Peter ini merasa bosan dan berkeinginan untuk mendatangi seseorang yang memiliki mesin waktu yang bisa menembus masa depan, namun tidak bisa kembali ke masa  yang sudah  dilewati.

Singkat cerita, Si Peter ini pun pergi ke  masa mudanya dengan menggunakan mesin waktu ini.  Ternyata pada masa mudanya ia mendapati menjadi  seorang  eksekutif  muda yang sukses. Namun, kebahagiaannya ini cuma bertahan selama  3 hari.  Kemudian ia memutuskan  untuk pergi ke masa dewasanya. Ia  pun mendapati dirinya sangat sukses, memiliki istri idaman dan anak. Namun  lagi-lagi, rasa bahagianya hanya bertahan selama 3 hari. Tak sabar, ia pun langsung pergi ke masa tuanya. Kali ini ia mendapati dirinya ada  di panti jompo dan ia tidak bisa kembali lagi. Sedih sekali bukan.

Dari cerita ini, kita bisa mengambil pelajaran agar selalu mensyukuri hidup dan menikmatinya sekarang. Tanpa keduanya, hidup akan bernasib seperti Peter.

“Tangga ketiga pencapaian spiritual adalah the blessing of  compassion, di Islam disebut Ya Rahman Ya Rahim,”  ungkap  Pak Gede. Inilah sifat mulia  yang menjadi tanda mereka  yang sudah  mendaki tangga spiritual yaitu memiliki sikap kasih sayang atau welas asih. Beliau menjelaskan untuk mencapai tangga ketiga ini seseorang tidak boleh menyakiti orang lain, ini yang terendah. Kemudian bantulah sesama seperti tangan kanan yang membantu tangan kiri, mampu merasakan penderitaan orang seperti mengalaminya sendiri dan membantu sebaik mengobati tubuh sendiri yang sedang sakit.

Selanjutnya adalah tidak yang memberi, tidak ada yang menerima, yang ada hanyalah tangan Tuhan. Pemahaman ini menjelaskan bahwa pada  dasarnya  semua hal terjadi atas kuasa Tuhan. Mereka yang memberi tidak usah sombong, sementara yang menerima tidak perlu merasa rendah diri karena semua  ini adalah berkat karunia Tuhan.

Demikianlah sekilas yang  bisa saya ingat dan tangkap dari sharing bersama Pak Gede Prama, sungguh sebuah wisdom yang keluar dari ketulusan hati. Sebuah pesan bijak yang  keluar tidak hanya dari buku-buku suci, melainkan juga melalui pengalaman nyata dalam perjalanan yang panjang.

  (365)

712 total views, 1 views today

Incoming search terms:

Share

2 Responses so far.

  1. kiky says:

    nasihat yg luar biasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

You might also likeclose